Love Bird
Burung Cinta (Love Bird) adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani "agape" yang berarti "cinta" dan "ornis" yang bearti "burung"). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies "burung cinta kepala abu-abu" berasal dari Madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung cinta akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas.
Burung cinta secara umum mempunyai tinggi 13 sampai 17 cm dan berat sekitar 40 sampai 60 gram, berekor pendek dan berparuh besar.
Varietas lovebird bermacam-macam, antara lain : pastel, biru langit, biru muka hitam, biru langit, lutino, hijau muka hitam, hijau fischer dll. Selain bulunya indah, burung ini juga memiliki suara kicau merdu dan sering kali dilombakan. Biasanya yang memiliki kicauan bagus dan sering juara lomba adalah lovebird warna hijau fischer dan biru kepala hitam.
Burung Kenari
Burung kenari (serinus Canaria) merupakan burung asli Kepulauan Canary di samudera atlantik di sebelah barat laut pesisir afrika (maroko dan sahara barat). Kepulauan ini termasuk kedalam wilayah spanyol dan merupakan salah satu kominitas otonomi daerah itu.
Burung kenari pertama kali ditemukan oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt di kepulauan tersebut pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris.
Hingga 1495 canary telah jatuh ketangan spanyol dan sejak itu bangsa spanyol menguasai perdagangan kenari. Namun selanjutnya bangsa italia yang mengembangkan kenari dan mengekspornya ke berbagai negara Eropa seperti Jerman, Inggris dan Rusia.
Keanekaragaman burung kenari yang sekarang merupakan perkembangan keturunan kenari liar yang bernama latin Serinus Canaria.
Banyaknya jenis burung kenari ini dipengaruhi kondisi alam atau karena kawin silang yang terjadi sejak lima abad yang lalu. Dalam perkembangannya kenari telah banyak diimpor dan dikembangbiakkan di berbagai negara, termasuk indonesia.






